SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI...... TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA...... Putra Kalimas: ANALISA BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND)

Wednesday, June 1, 2011

ANALISA BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND)


DASAR TEORI
Biological Oxygen Demand (BOD) atau Kebutuhan Oksigen Biologis (KOB) adalah sautu analisa empiris yang mencoba mendekati secara global proses-proses mikrobiologis yang benar-benar terjadi di dalam air. Angka BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan hampir semua zat organis yang terlarut dan sebagian zat-zat organis yang tersuspensi dalam air.
Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban pencemaran akibat air buangan penduduk atau industri, dan untuk mendesain sistem-sistem pengolahan biologis bagi air yang tercemar tersebut. Penguraian zat organis adalah peristiwa alamiah, kalau sesuatu badan air dicemari oleh zat organis, bakteri dapat menghabiskan oksigen terlarut, dalam air selama proses oksidasi tersebut yang bisa mengakibatkan kamatian ikan-ikan dalam air dan keadaan menjadi anaerobic dan dapat menimbulkan bau busuk pada air tersebut.
Jenis bakteri yang mampu mengoksidasi zat organis yang berasal dari sisa-sisa tanaman dan air buangan penduduk, berada pada umumnya di setiap air alam. Jumlah bakteri ini tidak banyak di air jernihdan di air buangan industri yang mengandung zat organis. Pada kasus ini pasti perlu ditambahkan benih bakteri. Untuk oksidasi/penguraian zat organis yang khas, terutama di beberapa jenis air buangan industri yang mengandung misalnya fenol, detergen, minyak dan sebagainya bakteri harus diberikan adaptasi beberapa hari melalui kontak dengan air buangan tersebut, sebelum dapat digunakan sebagai benih pada analisa BOD air tersebut.
Sebaliknya beberapa zat organis maupun inorganic dapat bersifat racun terhadap bakteri dan harus dikurangi sampai batas yang diinginkan. Derajat keracunan ini juga dapat diperkirakan melalui analisa BOD.

PRINSIP ANALISA
Pemeriksaan BOD didasarkan atas reaksi oksidasi zat organis dengan oksigen di dalam air, dan proses tersebut berlangsung karena adanya bakteri aerobic. Sebagai hasil oksidasi akn terbentuk karbon dioksida, air dan amoniak.
Atas dasar reaksi tersebut, yang memerlukan kira-kira 2 hari dimana 50% reaksi telah tercapai, 5 hari supaya 75% dan 20 hari supaya 100% tercapai, maka pemeriksaan BOD dapat dipergunakan untuk menaksir beban pencemaran zat organis. Tentu saja, reaksi juga berlangsung pada badan air sungai, air danau maupun di instalasi pengolahan air buangan yang menerima air buangan yang mengandung zat organis tersebut. Dengan kata lain, tes BOD berlaku sebagai simulasi sesuatu proses biologis secara alamiah.
Reaksi biologis pada tes BOD dilakukan pada temperature inkubasi 200C dan dilakukan selam 5 hari, hingga mempunyai istilah yang lengkap, namun di beberapa literatur terdapat lama inkubasi 6 jam atau 2 hari atau 20 hari.
Demikian, jumlah zat organis yang ada di dalam air diukur melalui jumlah oksigen yang dibutuhkan bakteri untuk mengoksidasi zat organis tersebut.
Karena reaksi BOD dilakukan di dalam botol yang tertutup, maka jumlah oksigen yang telah dipakai adalah perbedaan antara kadar oksigen di dalam larutan dan kadarnya. Oleh karena itu, semua sample yang mengandung BOD>6 mg harus diencerkan supaya syarat tersebut terpenuhi.

PERALATAN
  1. Botol O2
  2. Inkubator udara 200C
  3. Buret
  4. Alat gelas

REAGEN
  1. Larutan buffer sulfat
  2. Larutan MgSO4
  3. Larutan CaCl2
  4. Larutan FeCl3
  5. Larutan Na2SO3
  6. Reagen yang digunakan untuk penentuan DO
  7. Larutan asam dan basa 1N

PROSEDUR
  1. Sample diencerkan 1% tergantung jenis limbah
  2. Ambil 200 ml sample, kemudian masukkan ke dalam botol COD
  3. Tambah 2 ml MnSO4
  4. Tambah 2 ml pereaksi O2
  5. Dikocok sampai homogen
  6. Diamkan hingga larutan mengendap
  7. Tambah 2 ml H2SO4 pekat
  8. Kocok hingga endapan larut
  9. Ambil 100 ml sample, kemudian masukkan ke dalam erlanmeyer
  10. Titrasi dengan 0,025N Na thiosulfat (dari warna coklat hingga warna kuning muda)
  11. Kemudian tambah amilum sampai warna biru hilang
  12. Catat hasil titrasi

No comments:

Post a Comment

Post a Comment